Close

Mengakui Salah Itu Melatih Jiwa Kepemimpinan

Dua pekan lalu, anak saya memohon kepada saya “pak, dua hari lagi saya khan ulang tahun yang ke lima belas, boleh gak hadiahnya aku minta dalam bentuk uang? Saya pun mengajukan pertanyaan “untuk apa uangnya?” Anak bungsu saya menjawab “waktu itu saya mau memasukkan mobil mas Asa (kakaknya) ke garasi, pas aku mundur nabrak pohon, kacanya pecah. Nah aku ingin gantiin kaca mobil pakai uang…

Read More

Lakukan Selagi Bisa

Pada kamu yang malam tadi berdebat dengan istri. Merasa lelah mendengar keluhannya yang tak henti. Membawa kesal itu dalam tidurmu, sehingga emosi belum reda pagi ini.. Berpelukanlah sebelum pamit berangkat kerja nanti. Karena bisa jadi, Inilah waktumu melihatnya terakhir kali.. Pada kamu yang akhir akhir ini merasa hidup berat sekali. Kelelahan mengurus rumah sendiri, tumpuk setrikaan tanpa henti, kepusingan mengatur tagihan yang datang bertubi. Lalu…

Read More

Menjalankan Nasehat yang Sama Tapi Nasib Berbeda

Saya pernah mendapat cerita dari guru bisnis saya. Ceritanya tentang seorang pengusaha yang kaya raya dan memiliki dua oran anak laki-laki. Sebelum meninggal, sang ayah memberi nasehat kepada kedua orang anaknya “apabila bapak meninggal nanti, masing-masing dari kalian mendapat 10 perusahaan yang nilainya hampir sama. Nah, saat mengelola perusahaan nanti, nasehat bapak cuma dua”. Setelah terdiam sejenak, saya ayah melanjutkan “nasehat pertama, saat berbisnis jangan…

Read More

Pelajaran Berharga Dari Bangkrutnya Sari Wangi

PT Sariwangi AEA yang melahirkan teh Sari Wangi dinyatakan bangkrut oleh pengadilan niaga Jakarta Pusat pada Selasa 16 Oktober 2018. Perusahaan yang didirikan oleh Johan Alexander Supit pada tahun 1962 ini terlilit hutang lebih dari satu trilyun rupiah. Apakah ini berarti kita tidak bisa menikmati teh celup Sari Wangi? Ternyata, pada tahun 1989, brand Sari Wangi sudah dibeli oleh Unilever. Sekali lagi ingat ya, yang…

Read More

Ketika Si Miskin Membiayai Orang Kaya

Hakikat perniagaan di negeri ini sering saya gambarkan dalam cerita tentang seorang pengusaha kecil yang memiliki produk, katakanlah keripik ubi. Untuk dapat masuk ke sebuah supermarket besar, produk ini harus melewati sekian uji-saring ketat, dari kualitas hingga kemasan. Dan akhirnya iapun diterima, terpampang agak tersembunyi di salah satu sudut raknya. Tapi sistem pembayaran keripik ubi itu adalah konsinyasi, tiga bulan dipajang baru dihitung berapa yang…

Read More