Close

Start With The Why

Sekarang ini saya selalu bertanya dan terus mencoba berpikir kritis. Setiap ada suatu hal yang membuat saya penasaran, saya selalu memulai pertanyaan dengan “kenapa”.

Setiap bertemu dengan client, sambil mendengarkan mereka curhat, saya selalu memulai bertanya dengan “Start with the Why”. Misal, kenapa nama brand nya Bakso Ayu? Padahal ownernya adalah seorang Bapak-bapak yang gagah, terlihat sangat Baksoable. Dari sisi tempatnya pun, sama sekali tidak ada warna pink atau yang mencerminkan ke ayu an. Setelah ditanya, ternyata jawabannya adalah AYU (Aku Yakin Usaha). Dan sudah puluhan tahun usaha Bakso Ayu tersebut berjalan, namun ownernya masih turun tangan langsung menangani hal-hal yang harusnya sudah bisa didelegasikan.

Contoh lainnya lagi, ketika bertemu dengan kepala Humas PDAM, bu @nursiah karena PDAM baru-baru ini membuat suatu contest pemilihan untuk menjadi Duta Air. dan yang menjadi duta air adalah @Ishlahwahdini ketika saya tanya kepada mereka, “kenapa ada Duta air?” jawabnya adalah Duta Air sebagai perpanjangan tangan Humasnya PDAM agar mensosialisasikan kepada anak-anak muda untuk hemat air.

“Start with the Why” benar-benar berguna buat saya ketika bertemu dengan client, dan hal-hal lainnya yang membuat saya penasaran, hingga membuat saya sering menemukan solusi hanya bertanya “Why”.

Intinya, teruslah Kepo.

Write Your Comment

You may use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>