Close

Memelihara Rezeki

Yang namanya rezeki itu dijemput, diambil, ini kok rezeki malah dipelihara?? Memang betul. tidak ada yang salah. Namun dalam kasus ini saya lebih suka menyebutnya memelihara rezeki.

2 bulan terakhir ini aktifitas saya bolak balik 50% Banjarmasin dan 50% Banjarbaru, kira-kira memakan durasi 45 – 60 menit dalam 1 kali perjalanan. dipercaya sebagai Manager dari budidaya ikan patin. dalam 1 bulan 10-15 hari belajar lebih dalam tentang bagaimana me-manajemen tambak ikan patin.

Begitu kompleks dan butuh modal yang cukup besar untuk memulainya pada tahun 2012. Beruntung, dalam bisnis ini untuk mencari pasar sama sekali tidak ada kesulitan. karena pasarnya benar-benar sudah terbentuk. Ketika sudah waktunya panen, cukup sms atau telpon, pembeli datang.

Untuk budidaya ikan patin, hpp atau harga pokok penjualan adalah sekitar 90% dari pakan ikannya. Sedangkan biaya operasional seperti listrik, gaji karyawan, dsb hanya sekitar 10%. Karena pasarnya di sini sudah sangat terbentuk, maka tenaga dan pikiran lebih berfokus pada produksi.

Memelihara ikan patin tidak mudah. Banyak hal yang harus dipelajari dan tingkat pengawasan yang tinggi. Seperti bagaimana agar ikannya tidak mati, solusinya diberi vitamin agar tubuhnya kuat. Memberi vitamin bisa menaburi di kolamnya atau menambahkan suplemen pada saat pengolahan pakannya sebelum disantap oleh para ikan patin.

Apabila kadar asam airnya turun, bisa membuat ikan patinnya susah bernafas, tanda-tandanya terlihat bila ikan patin itu loncat-loncat tidak karuan karena mencari oksigen, solusinya kolam ikan ditaburi garam agar kadar asam di airnya naik. Normalnya kadar asam itu diangka 7. bagaimana cara mengetahui berapa tingkat kadar asamnya? biasanya saya membawa sebotol air dari kolam patin, lalu menyerahkannya kebagian laboratorium di PDAM untuk di tes. Dari situ hasilnya ketahuan.

Kemudian kita tidak bisa mengetahui jumlah pasti berapa ikan patin yang ada di kolam karena tidak bisa dihitung, kecuali pada saat panen. Sehingga bisa saja terjadi kecurangan seperti ada yang mengambil ikan tanpa sepengetahuan kita. Oleh karena itu dibutuhkan pengawasan yang tinggi.

Waktu ikan patin masih dari bibit hingga sudah saatnya untuk panen itu biasanya memakan waktu 6-9 bulan tergantung dari pola makannya. Semakin tinggi tingkat pola makannya semakin cepat panennya. Tentu semakin besar modal yang dikeluarkan karena sekitar 90% HPP nya dari pakan.

Maka dalam hal ini, saya lebih suka menyebutnya memelihara rezeki. Memelihara ikan patin. Sebenarnya banyak istilah yang bisa digunakan, semisal menjaga hubungan baik dengan orang lain. Tentu bisa disebut juga memelihara rezeki, karena banyak menjalin silaturahim banyak rezeki. Networking is a great asset. 

Saya sendiri akhir-akhir ini banyak menjalin silaturahim dengan para ikan patin..

 

Punya ide untuk mengirimkan komentar?

Sentuh saya di Icon Social Media ya..

Write Your Comment

You may use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>