Close

5C Dalam Pengembangan Kode Etik

Sebenarnya penamaan “good corporate governance” tidak jauh-jauh dari niat perusahaan untuk menjunjung tinggi transparansi, akuntabilitas dan tanggung jawab. Aturan berperilaku atau kode etik sekarang bukannya luntur, melainkan semakin terkolaborasi dan semakin canggih.

Zaman disruptive seperti sekarang ini, kita perlu sangat peka terhadap hal-hal yang dulu tidak pernah menjadi pertimbangan. Kita sekarang menghadapi “cara gaul” yang berkembang. Yang jelas, perkembangan nilai-nilai itu pun tidak mungkin dimaksudkan untuk “menghajar” nilai-nilai kemanusiaan. Kode etik kita juga perlu dipoles jadi lebih memuaskan dengan tuntutan zaman.

Dalam pengembangan kode etik, kita perlu untuk setidaknya memikirkan 5C ini secara mendalam:

  • Complexity

Semakin komplek permasalahan serta berbagai risiko yang menyertainya, semakin individu perlu berpikir keras dan mempertimbangkan banyak hal sebelum bertindak.

  • Creativity

Dalam transaksi bisnis, kreatifitas baik untuk mencari solusi, bukan untuk merekayasa peraturan atau sistem.

  • Control

Monitor internal perlu dinyalakan terus.

  • Coziness

Pancing kepekaan untuk menyensor rasa “nyaman” kita bila melakukan sesuatu yang salah.

  • Choices

Sadari bahwa setiap hari, setiap saat, kita dihadapkan pada pilihan sikap dan mempunyai kesempatan untuk memilih yang baik.

Menerapkan kode etik sebenarnya selalu dimudahkan karena hati nurani kita tidak pernah hilang, asal rajin diperlihara dan diasah.

Write Your Comment

You may use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>