Close

Mengupas Kendala dalam Manajemen SDM dengan Berbagai Solusi

Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan aset yang sangat bernilai, karena sebuah perusahaan tidak akan bergerak tanpa adanya pekerja di dalamnya. Dalam mencapai tujuan perusahaan, berbagai konsep manajemen pun dapat diterapkan dalam mengelola SDM yang dimiliki, seperti merancang pekerjaan dan SDM serta staffing (perekrutan), pemberian penghargaan, dan berbagai tunjangan. Semuanya diberikan sebagai bentuk apresiasi. Tak hanya itu, program penilaian dari manajemen, pelatihan, serta diskusi pun diadakan demi adanya transparansi antara manajemen dan karyawan.

Namun, kesulitan sering muncul dalam penerapan sistem ini, di antaranya:

  1. Kurangnya pemahaman dari atasan mengenai pentingnya keahlian anak buah

Salah satu contoh dari masalah internal ini adalah ketidakpercayaan pihak manajemen terhadap kemampuan para pekerjanya. Pola pikir seperti ini akan menciptakan anggapan bahwa pelatihan hanya membuang waktu dan biaya, dan tuntunan kilat dari rekan satu tim di hari pertama kerja saja sudah cukup. Karena toh pada akhirnya, kendali, pendapat, dan keputusan hanya digenggam erat oleh pihak manajemen.

Tak sedikit perusahaan yang memiliki pemimpin dengan pola pikir seperti itu. Kurangnya pemahaman tentang pentingnya keahlian karyawan adalah faktor utamanya. Sementara dalam kelancaran manajemen SDM, salah satu syarat mutlaknya adalah memandang manusia secara utuh.

  1. Masalah personal atau individual dari para pekerja

Contoh permasalahannya adalah ketidaksamaan pendapat antara karyawan satu dengan karyawan lain, yang berujung pada persaingan tak sehat dan kecurangan. Selain itu, subjektivitas yang terjadi antara atasan dengan karyawan tertentu pun dapat memancing api, yang menyebabkan mereka yang merasa tak disukai atau diperhatikan jadi kurang semangat bekerja. Asupan motivasi dan kesempatan yang cukup akan menghindari terjadinya masalah secara personal. Tak hanya itu, secara profesional, semua karyawan di lingkungan kerja pun harus diperlakukan sama.

  1. Pelatihan yang tidak dimanfaatkan dengan baik

Memang tak sedikit manajer dari beberapa perusahaan yang merasa bahwa karyawan tidak perlu diberikan pelatihan dari luar secara layak. Namun tak sedikit pula karyawan yang tak memanfaatkan dengan baik pelatihan yang diberikan, sehingga apa yang sudah disampaikan semacam “masuk kuping kanan, keluar kuping kiri” saja. Biasanya karyawan yang seperti ini akan beranggapan “Ah, buat apa. Tetap aja jadi karyawan biasa juga. Memangnya bakal jadi manager? Memangnya bakal ngaruh?” Dalam kondisi seperti ini, pelatihan memang tak seharusnya diberikan hanya sekali. Semakin sering, semakin baik. Pembekalan motivasi pun harus turut menemani pemberian materi agar karyawan memaknai pelatihan dengan pikiran yang positif.

 

Berdasarkan tiga masalah di atas, terdapat solusi yang dapat dilakukan sebagai bentuk dari manajemen SDM. Pertama, Anda harus mampu beradaptasi dengan perbedaan budaya dan sosial dan mulai mengubah paradigma Anda terhadap karyawan. Kedua, mulailah bersikap netral tanpa berpikir bahwa atasan adalah dewa yang selalu benar sementara bawahan harus menurut saja apa perintah tuannya. Ketiga, bangunlah komunikasi dan transparansi yang matang antara atasan dan bawahan agar lebih mengenal karyawan Anda. Keempat, beri karyawan Anda motivasi dan kesempatan untuk berbicara dan belajar. Dengan demikian rasa percaya Anda dengan kemampuan mereka akan tumbuh secara perlahan. Karena kita semua tahu, bahwa sumber daya terpenting dalam sebuah organisasi adalah karyawan yang selalu memberikan kreativitas, ide, tenaga, dan usaha mereka, yang kesemuanya akan berpengaruh besar pada eksistensi dan kesinambungan perusahaan.

Write Your Comment

You may use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>