Close

Bagaimana Membuat Knowledge Management dan Knowledge Worker, menjadi Aset Anda yang Paling Intelek?

Di era digital ini, kita perlu mengoptimalkan manfaat knowledge management serta knowledge worker menjadi aset paling intelek perusahaan. Banyak organisasi yang telah melek teknologi seharusnya lebih menyadari kondisi ini, bila tidak mau para rival melibasnya tanpa ampun.

Nah, tulisan ini akan meracik dan menghidangkannya di meja Anda.

Knowledge Management

Knowledge Management adalah praktik  mengatur, menyimpan, dan membagikan informasi penting, sehingga setiap orang bisa memanfaatkannya. Lalu bagaimana organisasi menanganinya?

Saat Anda tiba-tiba ingin menanyakan sesuatu hal, apakah Anda dengan mudah menemukan jawabannya, atau harus jungkir balik sendirian mengubek-ubek data di kantor? What a shame? Inilah pentingnya knowledge management itu.

Apakah Knowledge itu?

Kata ‘data’, ‘informasi’, dan ‘pengetahuan’ sering digunakan secara tumpang tindih. Data adalah fakta khusus atau grafik, tanpa konteks apapun. Informasi adalah data yang diorganisasi. Sedangkan pengetahuan (knowledge) membangun informasi tersebut dengan memberikan konteks sehingga bisa dipahami serta digunakan.

Ada dua jenis informasi yang perlu disorot:

  1. Explicit knowledge meliputi segala sesuatu yang bisa Anda sampaikan kepada orang lain, dengan mengajarkannya atau menuliskannya dalam buku dan database.
  2. Tacit knowledge, yaitu pengetahuan yang tidak dapat dihitung. Pengetahuan seperti ini sering hanya bisa dipelajari melalui pengalaman. Misalnya pengetahuan tentang bila bisa bernegosiasi lancar dengan klien, syaratnya Anda harus menemani mereka bermain golf.

Manfaat Knowledge Management

Apa pentingnya memiliki sistem knowledge manajement yang efektif? Ternyata deretan manfaat ini, membuat mereka yang menganggap sepele aset ini, bakalan melongo tingkat dewa.

Tidak hanya melindungi pendapatan perusahaan, namun juga bisa memperbaiki memori, meningkatkan produktivitas, serta inovasi para staf. Jadi dapat dibayangkan perusahaan tanpa knowledge management di era digital, bisa tersapu habis oleh pesaing. Mati segan hidup pun enggan, klepek-klepek!

Inilah manfaat yang bisa dipetik.

  • Aset pengetahuan yang dibagikan di antara lini bawah perusahaan yang bernilai dan tidak akan pernah hilang.
  • Oleh karena ide-ide bisa dibagikan dengan mudah, knowledge management bisa meningkatkan inovasi, serta membantu menciptakan hubungan yang lebih baik dengan pelanggan.
  • Jika perusahaan memiliki tim global, knowledge management bisa menciptakan lebih banyak tenaga kerja yang powerful.
  • Para staf bisa mendapatkan pengetahuan yang dibutuhkan untuk mengerjakan tugas dengan lebih baik. Ini akan membuat produktivitas mereka lebih masif.

Implementasi Knowledge Management

Ada dua cara untuk mengatur knowledge management ini.

  • Menggunakan sistem berbasis teknologi: Wiki, tempat semua orang bisa menambahkan informasi atau melalui program pada intranet perusahaan.
  • Menggunakan sistem yang lebih lunak: Sistem berbasis teknologi apapun, tergantung budaya dan perusahaan. Rapat staf pun oke, sebagai tempat berbagi pengetahuan.

Menangani Knowledge Worker

Knowledge worker adalah mereka yang memiliki keahlian, pendidikan, ataupun pengalaman tingkat dewa. Tujuan utama pekerjaan mereka melibatkan kreasi, distribusi, serta aplikasi pengetahuan.

Saat ini hampir 25-50% pekerjaan membutuhkan staf yang bisa menciptakan, menggunakan, dan berbagi pengetahuan. Data ini cukup signifikan, Anda yang kurang kreatif bakalan termehek-mehek dibuatnya.

Knowledge worker, menjadi aset utama dalam sebuah organisasi. Bisa saja ide, pengalaman, interpretasi, dan penilaian mereka membuat bisnis dan perusahaan unggul. Mereka menemukan produk dan mengembangkan strategi baru, memimpin negosiasi, serta membantu organisasi bersaing dengan kompetitor. Sebuah kombinasi yang ekstrem.

Lalu Bagaimana Cara Mengatur Knowledge Worker agar Produktif?

Agar bisa mendayagunakan mereka secara maksimal dan menciptakan lingkungan dengan ide baru yang bisa mengalir bebas, inilah beberapa praktik manajemen dan kepemimpinan. Ini bisa membantu menciptakan keunggulan bersaing sehingga perusahaan bisa cetar membahana.

  1. Menghubungkan antara teknologi dengan pengetahuan.
  2. Mengatur knowledge mereka dengan baik.
  3. Jadilah “Coach” bukan “Bos”.
  4. Menjelaskan gambarannya secara luas kepada mereka.
  5. Memperlakukan knowledge worker secara individual.
  6. Kreatif dengan kinerja metrik.

Knowledge worker diharapkan bisa memberikan hasil yang jauh berbeda dari pekerja tradisional yang biasa-biasa saja. Oleh karenanya mereka harus diatur dan diukur kinerjanya secara khusus.

Kenali kebutuhan yang berbeda serta motivasi mereka. Ini akan memudahkan untuk mendapatkan cara efektif dan kreatif demi menjaga produktivitas mereka, yang akhirnya bisa membuat para pesaing Anda speechless!

 

Write Your Comment

You may use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>