Close

HR Quality vs HR Quantity Apa Bedanya?

Sumber Daya Manusia atau SDM ialah pengetahuan, skill, talenta, kemampuan intelektual, dan kapasitas yang ada pada masing-masing individu. Apabila kita berbicara tentang dimensi sumber daya manusia, tidak dapat dipisahkan dengan aspek fundamental – jumlah dan kualitas- dalam proses pengembangan sumber daya.

Mari kita kupas lebih jauh, semoga topik yang sedikit berbau teoritis ini, tidak membuat Anda menjadi baper level tujuh. Anyways, let’s take a look, guys…

Dimensi Kuantitas dan Kualitas SDM

Untuk bisa menjawab perbandingan antara kuantitas SDM vs kualitas SDM, kita akan mengupas lebih jauh kedua dimensi tersebut.

  • Dimensi kuantitatif terkait ukuran, dimensi, jumlah, skala, dan lain-lain yang bisa diukur secara langsung dengan angka dan berat serta bisa diolah secara statistik. Aspek dimensi kuantitatif misalnya komposisi dan distribusi populasi serta tenaga kerja, jumlah jam kerja, output, dan pendapatan per kepala.
  • Istilah kualitatif sebaliknya mengacu pada kapasitas, kemampuan, pengetahuan, skill, mental atau atribut fisik, sikap, nilai, motivasi, dan karakteristik manusia lainnya yang tidak dapat diukur dengan angka dan berat. Oleh karenanya tidak dapat digunakan dalam perhitungan statistik.

Kuantitas SDM Vs Kualitas SDM

Inilah perbedaan ekstrem dari keduanya.

  • Dimensi Kuantitas SDM dalam arti geografis, berhubungan dengan distribusi, pertumbuhan, umur, kepadatan, jenis kelamin, komposisi, status perkawinan, pekerja, jumlah personil yang dipekerjakan dalam berbagai kegiatan ekonomi, serta kategori pendapatan dan lain-lain.
  • Dimensi Kualitas SDM dinilai melalui aspek kesehatan dan pendidikan, dua komponen dari Sumber Daya Manusia. Sebagai contoh dimensi kualitas SDM adalah pendidikan, skill, penyakit, kesehatan, kondisi fisik, kualitas pekerja, harapan hidup, pelatihan teknis dan lain-lain.
  • Dimensi Kuantitas dan Kualitatif, merupakan kategori yang luas dan termasuk beberapa komponen dalam area sumber daya manusia. Disebut juga dengan aspek populasi dan memainkan peran penting dalam pengembangan sumber daya manusia.

Skala penggunaan sumber daya manusia terutama tergantung bagian utama dari dua aspek populasi ini. Dua dimensi ini juga memengaruhi dinamika populasi, sosial, kultur, ekonomi, dan kegiatan politik. Semua rencana pengembangan dan aturan terkait dengan bagian komponen sumber daya manusia tersebut.

Secara khusus dimensi kualitatif memainkan peran signifikan dalam pengembangan sebuah area. Karakteristik paling penting dari dimensi kualitatif SDM ini termasuk melek huruf, pendidikan dan kesehatan.

Oleh karena semua karakteristik tersebut bisa meningkatkan pengetahuan, skill, energi, minat, sikap, kemampuan dan kualitas sumber daya terkait lainnya dari individu. Melek huruf dan pendidkan memainkan peran penting bagi kemajuan ekonomi, sosial, budaya, dan politik. Melek huruf memengaruhi karakteristik populasi manusia seperti tingkat kelahiran dan kematian, serta pola ekonomi.

Pendidikan penting karena tingkat pendidikan tenaga kerja memengaruhi volume populasi. Begitu juga, tingkat intensitas modal memerlukan tenaga kerja dengan level pendidikan tertentu.

Sinkronisasi antara Kuantitas dan Kualitas SDM

Singkatnya, setiap komponen sumber daya manusia atau kuantitatif serta kualitatif, sangat penting dan memiliki peran krusial dan dinamis, pada semua sisi pengembangan sebuah daerah dan kontribusinya pada kesejahteraan manusia.

Oleh karenanya bisa disimpulkan:

  • Karakteristik kuantitatif dan kualitatif dari seseorang tidak bisa berjalan sendiri.
  • Masing-masing tidak dapat dipisahkan. Kombinasi keduanya menjadi sumber dari SDM dan memainkan peran instrumen dalam pengembangan politik, ekonomi, sosial, dan budaya.

Faktanya hubungan antara dimensi kuantitatif dan kualitatif memberikan pemahaman yang jelas tentang pentingnya dua dimensi ini. Sehingga dapat dikatakan karakteristik seseorang bisa dilihat dari kelahiran dan pencapaiannya.

Nah, bagaimana? Pembahasan kualitas SDM vs Kuantitas SDM ini memang cukup kompleks namun pembedaannya bisa dipahami dengan mudah. Kenyataannya Anda tidak baper dan garuk-garuk aspal dibuatnya, bukan? So far so good, right?

Write Your Comment

You may use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>