Close

Inilah 9 Karakteristik Milenial yang Perlu Anda Kenali

“Duh, anak sekarang itu susah bener dimengerti. Kalau sudah pengen A, ya kekeh harus A. Keras kepala bener ya?” Itulah kalimat yang sering kita dengar dari para senior atau orang yang dituakan.

Seperti kita ketahui generasi Milenial yang lahir di awal tahun 80-an ini memang memiliki karakter yang berbeda. Ini disebabkan mereka dibesarkan dalam lansekap digital dan perkembangan teknologi yang cetar membahana.

Informasi apa sih yang tidak bisa didapatkan di era digital ini? Kurang dari semenit, cukup dengan menjentikkan jari di layar smartphone, informasi apapun yang dicari langsung bisa diperoleh.

Nah, oleh karenanya Milenial yang hidup di era pergantian milenium ini, karakteristiknya menjadi berbeda. Agar bisa memahami mereka dan tidak menganggapnya sebagai ancaman, inilah 9 karakter dominan yang perlu Anda ketahui. Yuk, langsung cuss…

  1. Easy Come, Easy Go. Berbeda dengan generasi baby boomers dan gen-X, Milenial cenderung untuk berpikir pendek. Barangkali cuplikan kalimat Easy Come Easy Go, dari lagu Bruno Mars, “Grenade” ini sangat cocok menggambarkan mereka.
  1. Konsumtif dan Senang Belanja. Menurut hasil survei, spending belanja terbanyak terjadi pada saat gajian. Sementara kita paham milenial adalah usia paling produktif, yang kini melonjak hampir 50%. Bisa mengunggah sepatu limited edition atau tas produk terbaru di medsos, menjadi kepuasan tersendiri, yang bisa membuat Milenial tahan napas.
  1. Tidak Berpikir untuk Menabung. Mereka cenderung tidak siap untuk tabungan masa depan. Namun sisi baiknya, Milenial tahu yang mereka mau dan berusaha keras untuk merealisasikannya. So what gitu loh?
  1. Tidak Menyukai Proses. Berhubung semuanya serba instan, implikasinya generasi ini kurang menghargai proses. Segala kemudahan di era digital, menyebabkan kesalahan dalam mempersepsikan hasil. Mereka ingin semua usaha berbuah seketika dan hasil instan pula. Ingat bahwa, “There is no elevator to success. You have to take the stairs”–Zig Ziglar
  1. Sulit Menerima Kritik. Milenial terbiasa dengan pendidikan ‘hangat’, sehingga kritik terasa pedas bagi mereka. “Millennials have not been given a lot of bad news about their performance on anything”, sebuah kutipan mengena dari Bloomberg Business.
  1. Belajar Apapun Sendiri. Para milenial sangat dimudahkan dengan teknologi sehingga merasa serba bisa. Akibatnya banyak di antara mereka ini banyak yang merasa sok teu. Perasaan arogan ini secara psikologis bisa menjadi bumerang diri sendiri.
  1. Social Media Pressure. Akibat adanya platform medsos di internet, memudahkan bagi Milenial untuk aksesibilitas informasi dan melihat kesuksesan orang lain. Ini menimbulkan rasa bahwa banyak orang lebih sukses dari mereka. Padahal kenyataannya semua usaha perlu proses jatuh bangun. Selain itu Milenial ini juga terlalu peduli dan menganggap serius setiap perkataan dan pendapat dari friends, fans, dan followers (3F) di medsos. Akibatnya galau tanpa akhir akibat gagal fokus di medsos pun terjadi.
  1. Memiliki gaya hidup “The Digital of Things”. Milenial selalu memiliki passion luar biasa untuk bisa menjadi yang terdepan dalam derasnya “the digital of things”. Oleh karena wajib hukumnya bagi mereka untuk mengunggah setiap pencapaiannya di medsos.
  1. Milenial adalah Trend-Setter. Mereka selalu berusaha menjadi yang terdepan dalam hal gaya hidup, gajet, ataupun fesyen. Sayangnya, mereka mudah bosan dengan produk yang mereka gunakan ataupun gaya hidup yang mereka miliki.

Barangkali, petuah ini menjadi cocok bagi para Milenial, terutama yang memiliki karakteristik sulit tersebut, untuk bisa diterapkan dalam semua lini. “If you want to be successfull, find someone who has achieved the results you want and copy what they do and you’ll achieve the same result.” (Tonny Robbins). Sebagai Milenial, Anda setuju dengan saya, bukan?

3 Comments

  1. top liwe
    10/12/2017 - 01:52

  2. legendy-oseni filmix hd 720
    29/12/2017 - 07:22

Write Your Comment

You may use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>