Close

Milenial Adalah Generasi Instan?

Seperti kita ketahui, kaum Milenial mempunyai nilai serta perilaku yang berbeda dengan generasi pendahulunya yaitu Gen-X. Milenial saat ini berusia antara 16 – 36 tahun. Di usia emas ini, bisa dikatakan mereka selalu terhubung dengan dunia internet. Jika tidak mereka bisa mati gaya, bahkan galau berkepanjangan tiada akhir.

Karakteristik Milenial dan Budaya Instan

Gaya hidup online di era digital ini, sudah menjadi bagian hidup kaum Milenial. Jika tidak mengikuti perkembangan jaman, mereka dianggap kudet atau kurang update bahkan bisa menjadi bahan bully-an. Terlebih menurut 90% dari responden sebuah survei, menyatakan bahwa mereka selalu berhubungan dengan teman-teman melalui teknologi.

Dengan gaya hidup serba online ini akhirnya memberikan begitu banyak kemudahan bagi kaum Milenial. Ingin mengetahui informasi apa pun, mau belanja, mau menyapa teman, semuanya tinggal dilakukan sekali klik dan serba instan. Jadilah kaum Milenial ini disebut Generasi Instan.

Bagaimana mengetahui ciri-ciri generasi instan ini? Mudah saja, kaum Milenial ini pada umumnya ditandai dengan perilaku seperti connected, tech-savvy, multitasker, collaborator, adventurer, transparent, social, work-life balance, dan masih banyak lagi.

Di Indonesia kaum ini lebih bersifat optimistis, terlalu percaya diri, independen, terlalu tergantung pada teknologi, goal oriented, terobsesi untuk menjadi sukses, serta yang paling menonjol adalah mereka mementingkan gaya hidup.

Sebagai generasi yang tumbuh di era internet yang mem-booming ini, akhirnya menimbulkan budaya yang membuat generasi ini, cenderung malas hingga level ke-7. Mereka menginginkan semuanya bisa diperoleh dengan serba cepat, tanpa melalui proses rumit. Inilah yang disebut dengan budaya instan atau budaya sekali pakai.

Mereka terlalu tergantung pada teknologi canggih untuk menggantikan tugas dan pekerjaan. Padahal semestinya semua kewajiban tersebut, masih bisa dikerjakan dengan kemampuan mereka sendiri dan tidak merusuh dengan gajet canggih.

Generasi Instan dan Gaya Belanja Konsumtif

Tentunya kondisi ini bisa membuat Anda kepo, bagaimana dengan keuangan mereka? Kaum Milenial sebagai generasi Instan, sama sekali tidak suka menabung. Boro-boro menabung untuk mempersiapkan masa depan, menabung untuk jangka pendek saja mereka cuek. Paling banter mereka akan menabung untuk hal yang konsumtif juga, seperti menonton konser musisi idola ataupun traveling ke tempat yang mereka impikan. Cucok bukan?

Inilah fakta-fakta gaya belanja Instan mereka.

  • Kaum Milenial lebih memilih menggunakan uang orang tua – sebagai jalan pintas yang bisa diambil – bila mengalami masalah keuangan. Ini tentunya cukup mengejutkan dan membuktikan bahwa Milenial kurang menganggap penting manfaat perencanaan keuangan bagi masa depan mereka.
  • Menurut survei bahkan hanya 62% Milenial yang sungguh-sungguh telah merencanakan masa depan mereka secara mendetail. Kita sedang membicarakan generasi yang segala sesuatunya ingin bisa didapatkan dengan serba instan, tanpa harus menunggu.
  • Berbeda dengan generasi sebelumnya – yang sangat menghargai sebuah proses – sebelum terjadinya pencapaian tertentu. Kaum Milenial menginginkan segala sesuatunya bisa tercapai tanpa harus melalui proses panjang. Demikian juga, saat Milenial berbelanja pun harus cepat dan bisa langsung memperoleh barang yang diiinginkan dalam waktu yang singkat.

Inilah mengapa untuk menjawab kebutuhan Generasi Instan, muncul berbagai aplikasi toko online mulai dari Bukalapak, OLX, hingga Lazada. Dengan begitu banyak pilihan, generasi ini menjadi sangat bebas memilih. Akhirnya tidak mengherankan apabila mereka menjadi sedemikian pragmatis.

Lalu bagaimana solusinya untuk gaya hidup Milenial yang begitu antusias dan sangat tergantung terhadap teknologi ini? Mereka pastinya membutuhkan solusi, yang bisa memecahkan berbagai masalah dalam hidupnya. Tentu saja, solusinya saja tak perlu jauh-jauh, kembali lagi kepada teknologi.

Kesulitan mengatur keuangan ini, antara lain bisa diatasi dengan aplikasi di smartphone, untuk mengatur masalah keuangan dengan tepat dan mudah. Inilah yang harus dilihat oleh para pelaku industri teknologi, agar tidak tenggelam di masa senja, disebabkan ketinggalan dalam inovasi teknologi.

Write Your Comment

You may use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>