Close

Pengalaman sebagai Kunci Sukses Meraih Konsumen Milenial

Berhubung jumlah Milenial cenderung konstan di tahun 2020 nanti, daya beli mereka pastinya pantas untuk diperhitungkan. Generasi Milenial adalah generasi yang lahir antara 1980 dan 2000 dan saat ini sudah memasuki usia mapan.

Belanja seluruh Milenial ini diprediksi di tahun 2020 meningkat menjadi US$1400 triliun setiap tahunnya. Ini karena dari total Milenial yang ada di dunia, 58% Milenial menghabiskan uang untuk berbelanja, 65% untuk pengeluaran kuliner, dan sisanya 20% untuk traveling.

Dari jumlah Milenial tersebut tiga dari empat Milenial saat berbelanja, membeli pengalaman dibandingkan materi. Sebelum memutuskan berbelanja, 80% Milenial memang lebih mementingkan pengalaman pribadi daripada iklan atau review konvensional. Bahkan 32% dari Milenial tidak mempercayai iklan.

#Story Lovers

Kondisi ini akhirnya membawa pada pengalaman ekonomi saat ini, yang dimotori oleh kaum Milenial. Pernyataan bahwa pengalaman menjadi kunci meraih konsumen Milenial dengan sendirinya menjadi tepat. Inilah fakta-fakta terkait pengalaman itu:

  • Oleh karena Milenial lebih menyukai sebuah pengalaman atau cerita, mereka dijuluki story lovers. Julukan ini menjadi kunci sekaligus tantangan bagi para pemasar untuk meraih konsumen Milenial secara maksimal.
  • Jangan lupa bahwa Milenial juga akan menyebarkan pengalaman ini, saat sebuah produk atau layanan memberikan cerita yang happening.
  • Oleh karena itu untuk meraih konsumen Milenial di toko biasa ataupun toko online, setiap merek perlu menciptakan pengalaman unik dalam otoritasnya.
  • Agar konsumen bisa ikut terlibat atau terkoneksi, Anda harus mampu menghadirkan nilai untuk membuat mereka mau menghabiskan waktu berharga serta uang mereka.

Itulah beberapa poin yang harus dicatat untuk meraih konsumen Milenial. Meski demikian sebuah merek tidak boleh hanya fokus berusaha menjual produk dengan menawarkan pengalaman mereka, namun lebih baik berusaha membangun hubungan dengan konsumen dengan cara yang otentik. Ini akan mendorong kecintaan terhadap merek dan membawa loyalitas di masa mendatang.

#Social Networks

Kondisi ini juga akan membawa pada penyebaran positif up to date-nya pengalaman sebuah produk. Di pasar saat ini, konsumen Milenial membagikan apa pun di media sosial untuk membangun imaji online dan pencitraan diri.

Milenial memang tak pernah ragu membagikan pemikiran mereka akan sebuah merek dan produk yang mereka coba. Sebuah merek yang menawarkan mereka sebuah pengalaman dan interaksi yang menguntungkan.

Oleh karenanya informasi tentang produk merek dan layanan akan menyebar di berbagai jaringan sosial. Milenial akan menyebarkannya ke friends, fans, followers (3Fs). Inilah alasan mengapa pengalaman menjadi kunci meraih konsumen Milenial.

Jaringan sosial ini tidak terbatas pada platform media sosial, namun juga menyebar pada koneksi terdekat dengan Milenial. Dari orang tua, teman baik, tetangga, hingga rekan kerja.

Jaringan yang meluas ini menjadi tempat bagi konsumen untuk mencari masukan, pendapat, serta rekomendasi sebelum melakukan keputusan pembelian. Kondisi ini telah membuat jaringan atau network menjadi sangat penting. Saat sebuah merek bisa sukses meningkatkan kekuatannya, sehingga bergema di antara konsumen yang lebih luas.

#Conclusion

Apakah merek seperti Samsung hanya secara kebetulan menduduki peringkat merek Milenial nomor 1? Tentu saja tidak. Hal yang harus digarisbawahi adalah saat ini tidak cukup bagi sebuah merek untuk mengikuti aturan tradisional dalam penjualan retail.

Inovasi produk dan kualitas saja juga tidak cukup untuk menarik Milenial. Sebuah merek harus hadir dalam pengalaman ekonomi dan menawarkan pengalaman yang unik yang didambakan oleh Milenial.

Dan jangan kaget bila akan ada sebanyak 70% Milenial loyal pada merek Anda, bila mereka telah menyukainya! Inilah tak dapat disangkal lagi kalimat yang ampuh bahwa, pengalaman menjadi kunci meraih konsumen Milenial.

Write Your Comment

You may use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>