Close

Generasi yang Ke”aku”an

(Millennial adalah orang yang malas, bertitel, terlalu percaya diri yang masih tinggal bersama dengan orang tuanya)

Melihat definisi diatas sepertinya generasi millennial sangatlah buruk. Padahal jika dilihat sisi lainnya, generasi ini adalah generasi yang paling suka mengejar gelar pendidikan dan sibuk mengejar karir daripada memikirkan pernikahan. Hanya saja memang kelemahannya mereka masih banyak yang tinggal dan hidup bersama dengan orang tuanya. Generasi ini memiliki cita-cita untuk bisa memiliki rumah sendiri namun pada kenyataannya karena gaya hidup yang cenderung boros membuat rumah menjadi sebuah hal yang nyaris mustahil untuk dimiliki. Generasi millennial saat ini tidak hanya sebatas penanda kelahiran seeorang yang jatuh pada mulai tahun 1980 hingga tahun 2000 saja namun sudah menjadi sebuah gaya hidup seseorang.

Saat ini yang namanya kehidupan sosial menjadi sebuah gaya hidup yang berhubungan langsung dengan lingkup pergaulan seseorang dan juga harga diri. Hampir bisa dipastikan generasi millennial lebih cenderung hedonis seperti gemar belanja produk branded padahal hidup saja masih menumpang di rumah orang tua. Atau misalnya senang keluar masuk diskotik dan cafe untuk clubbing padahal uang saku mepet. Karena kemajuan teknologi yang ada saat ini cenderung membuat gaya hidup menjadi sebuah penilai yang dimiliki oleh seseorang terhadap yang lainnya. Akibatnya banyak yang berpikir jika generasi ini masih memiliki rasa keakuan yang sangat tinggi dan cenderung tidak peduli dengan orang lain yang ada di sekitarnya.

Generasi millennial memiliki perubahan gaya hidup yang sangat signifikan sekali. Rasa ingin terlihat menjadi yang paling gaul atau yang ingin tampak paling menonjol diantaranya sangatlah besar. Bisa memiliki gaya hidup super glamour adalah sebuah kebanggaan dan juga keinginan mereka. Budaya millennial ini saat ini bisa terlihat dengan sangat jelas yang menjalar bagaikan sebuah gurita di kalangan hidup anak muda. Gengsi dan gaya hidup menjadi yang utama seperti misalnya saja membeli sebuah CD atau kaset untuk mendengarkan musik bukanlah pilihan tetapi download langsung di itunes, joox dan penyedia lainnya jelas lebih menarik. Dan jika sudah bersentuhan dengan yang namanya teknologi maka generasi ini selalu ingin menjadi yang paling depan dan terlihat paling menonjol. Tidak heran jika saat ini mereka berlomba membeli dan menggunakan gadget paling canggih sekalipun harganya sukses membuat kantong menjadi kosong seketika demi disukai dan dihormati oleh orang lain. Citra di depan orang lain menjadi sebuah pemikiran yang sangat penting untuk generasi millennial ini.

Untuk bidang entrepreneur, generasi millennial ini akan memilih situs online untuk menjalankan bisnis atau usaha online yang mereka punya, Mereka tidak akan memilih social media seperti Facebook, Twitter atau Instagram. Untuk hal ini mungkin tidak sepenuhnya namun ada beberapa yang seperti itu. Selain itu, gaya hidup lainnya yang saat ini sangat diminati generasi millennial adalah soal liburan. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya jasa penyedia kamar murah dan diskon seperti Traveloka, penawaran tiket pesawat murah dan biro perjalanan yang juga berkembang pesat. Hampir bisa dipastikan tempat hiburan dan liburan tidak pernah sepi dari serbuan generasi ini.

Rasa ingin dihargai seperti terlihat paling gaul, paling dikenal dan paling terkenal adalah salah satu karakter generasi ini yang mana mereka memiliki banyak group pertemanan baik di dunia social online maupun di lingkungan nyata. Walaupun memang mereka akan menunjukkan sikap yang sangat berbeda saat berkumpul langsung dengan sahabat di dunia nyata dan saat bergaul di lingkungan social media seperti di group whatsapp atau group lainnya. Dan terkadang generasi millennial ini menunjukkan wajah dan sikap yang berbeda saat bergaul di group yang satu dan yang lainnya. Seperti cenderung kurang memiliki identitas dan pendirian. Saat memilih sesuatu mereka juga lebih cenderung mempertimbangkan yang namanya sebuah brand story seperti saat memilih fashion style, tempat makan atau produk lainnya.

Sisi narsis yang dimiliki oleh generasi ini adalah selalu ingin mengupload video atau foto diri mereka ke berbagai akun media social yang mereka miliki. Mereka butuh rasa untuk diakui oleh banyak orang. Dan juga mereka bergantung pada kehidupan yang memanfaatkan fasilitas online seperti pemesanan makanan online, belanja online dan sebagainya. Dan yang paling terlihat adalah mereka selalu berusaha untuk mencari perhatian dari banyak orang khususnya secara online dengan cara memposting foto atau sesuatu yang sekiranya bisa membuat orang memberikan komentar atau like yang cukup banyak. Mampu menunjukkan hal-hal yang sempurna di dunia social media menjadi sebuah kepentingan yang sangat sehingga ketika ada yang berkomentar kurang baik akan langsung sukses membuat diri mereka menjadi stres dan panik.

Selain itu generasi millennial ini juga selalu update akan segala sesuatu yang baru seakan ingin terus mengikuti perkembangan yang terbaru dan menjadi yang paling tahu terlebih dahulu. Namun sisi negatif nya adalah mereka sangat mudah merasa bosan. Mereka senang beropini dan menanggapi sesuatu dengan cara mengemukakan pendapat dengan memanfaatkan social media yang ada saat ini. Adapun pendapat tersebut untuk menanggapi fenomena yang saat ini sedang terjadi. Rata-rata usia generasi millennial saat ini berada pada angka 17 hingga 37 tahun. Tidak cukup muda namun juga belum terlalu tua untuk mengadopsi dan melakukan berbagai hal tersebut diatas. Apakah Anda adalah salah satu diantara generasi tersebut?

Saat ini generasi millennial sangat gencar diperbincangkan mulai dari gaya hidup, pergaulan social, lingkup pekerjaan, kesuksesan dan juga ketahanan mental dalam dunia nyata. Dan ternyata generasi millennial sangat berbeda jauh dengan generasi sebelumnya atau generasi X dan juga generasi baby boomer. Banyak yang mengeluhkan dan mengatakan bahwa mereka mulai lelah dan repot harus menghadapi generasi millennial yang ada saat ini. Mitos dan semua pemikiran yang banyak beredar diluaran saat ini dan sering dicetuskan oleh para orang tua adalah generasi ini adalah mereka yang malas namun sangat narsis. Stereotype seperti itu sangat sering terdengar di telinga Anda bukan?

Semua yang berbau kekinian yang selalu ingin dianggap sebagai anak gaul masih menjadi ciri khas dari generasi millennial. Hal ini tentu saja membuat para orang tua yang tidak bisa mengikuti perkembangan jaman merasa repot dengan pola tingkah generasi millennial. Tidak semua orang tua bisa memahami dan akhirnya yang terjadi sungguh membingungkan mereka. Gadget, ponsel, internet dan social media dengan gaya hidup kelas atas sudah bukan sebuah kebutuhan namun menjelang dan menuju ke arah keharusan. Seandainya semua itu diimbangi oleh Anda yang serba rajin dan aktif maka mungkin tidak jadi soal. Namun yang terjadi adalah banyaknya generasi ini yang masuk dalam taraf malas sehingga membuat semuanya menjadi lebih sulit.

1 Comment

  1. Betul sekali. Saya termasuk generasi millenials sekarang menginjak usia 18 tahun. Ingin mendapatkan pengakuan, trend kekinian memang sudah seperti lifestyle dan budaya bagi generasi millenials. Kadang-kadang saya terjebak dalam pemikiran seperti itu. Artikel yang sangat inspiratif dan baik untuk meng-improve diri sendiri. 🙂

Write Your Comment

You may use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>