Close

3 Tips Ini Bisa Membantu Millenial Sukses di Tempat Kerja

Saat ini generasi millenial telah memasuki dunia kerja. Banyak kendala yang dihadapi oleh generasi ini saat melakukan aktivitasnya sehari-hari.

Kendala yang dihadapi bukan masalah kurangnya kompetensi mereka, tetapi kadang kala lebih kepada hubungan antar sesama karyawan yang berbeda generasi.

Perbedaan-perbedaan dimaksud diantaranya usia, latar belakang dan masa kerja.

Perbedaan generasi ini bisa menjadi kendala yang besar bila ditangani dengan baik. Tujuan organisasi tidak akan tercapai bila dalam operasional mengalami kendala.

Nah, berikut ini ada 3 tips yang bisa meningkatkan hubungan kerja sesama karyawan.

Apa saja tips itu, yuk simak baik-baik.

1. Saling Mengisi

Dengan adanya rekrutmen eksternal dan internal, maka akan ditemui dua orang atau lebih karyawan menduduki level jabatan sama dalam satu kantor yang berbeda generasi.

Kendala yang dihadapi dengan keadaan saat ini adalah generasi millenial lebih sering menggunakan analisa-analisa yang dianggap oleh senior yang terlalu jlimet. Lebih kepada bahasan teori saja.

Sang senior dengan pengalaman lapangannya lebih tahu tentang pemecahannya. Namun satu sisi kadang sulit menyampaikannya dalam konteks yang mudah dipahami.

Hal ini perlu dimengerti oleh atasan keduanya. Alangkah tidak bijaknya seorang atasan yang lebih menyukai yang generasi millenial karena lebih cepat bertindak secara on paper tapi mengabaikan kepiawaian senior di lapangan.

Atasan kemudian perlu mendudukan keduanya, bahwa baik yang millenial maupun yang senior mempunyai peran yang sama. Bila keduanya sudah memiliki satu komitmen untuk tujuan bersama maka kendala ini dapat dihadapi.

Setelah keduanya memahami peran masing-masing, atasan akan melihat kekuatan antara yang junior dan senior. Millenial dengan keahliannya dalam menganalisis data dan keahlian senior dalam implementasi di lapangan akan menghasilkan hasil yang luar biasa. Sehingga diantara keduanya tidak timbul kompetisi yang tidak sehat. Keduanya saling mengisi kekurangan masing-masing.

2. Komunikasi Dua Arah

Komunikasi bukan hanya terjadi dalam tugas keseharian saja. Komunikasi bisa dilakukan sharing pengalaman. Karyawan senior bisa bercerita bagaimana pengalamannya di lapangan sedangkan karyawan junior bisa bercerita tentang bagaimana perkembangan teori atau teknologi saat ini.

Tentunya sharing pengalaman tidak terbatas pada hal tersebut di atas saja.

Selain itu, komunikasi juga digunakan untuk berupa pemberian motivasi. Millenial tidak perlu sungkan meminta saran dan pendapat dari senior. Tacit knowledge yang diperoleh dari senior yang didapat langsung melalui percakapan atau obrolan sehari-hari akan sangat berguna bagi generasi millenial.

Hasil komunikasi ini akan membuka wawasan generasi millenial sehingga mereka bisa memanfaatkannya dalam realita kerja yang sesungguhnya.

Komunikasi yang terhambat antar sesama karyawan yang berbeda gemerasi akan menimbulkan lingkungan kerja yang tidak kondusif. Dengan dibukanya komunikasi yang lancar, tujuan organisasi pun akan mudah diraih.

3. Diberikan kesempatan

Karena faktor usia dan masa kerja, seringkali generasi millenial diabaikan untuk pekerjaan atau proyek tertentu. Hal ini akan menurunkan motivasi bekerja dan lambat laun akan berpengaruh terhadap karir.

Banyak pertimbangan yang diambil atasan ketika memilih yang senior untuk bergabung dalam satu tim. Salah satunya adalahan membutuhkan kecepatan tinggi. Sehingga para newbie ini kadang kala ditinggalkan begitu saja.

Dari sisi atasan perlu disadari bahwa inilah sebuah kesempatan pembelajaran bagi para millenial. Mereka harusnya diikutkan sebagai tandem para senior. Mereka mengamati dan mencatat selama proses kerja berlangsung.

Sang senior pun harus rela selama proses berlangsung untuk memberikan bimbingan kepada juniornya. Bukan hal yang tidak mungkin, dengan bergabungnya dua kekuatan tersebut proses kerja akan lebih mumpuni.

Nah, untuk yang millenial sendiri, bila ada peluang pada saat pembentukan tim, bila tidak pernah dipilih mulailah mengajukan diri.

Hasilnya, gabungan kekuatan keduanya akan mendapatkan hasil yang optimal dan tujuan organisasi mudah dicapai.

Demikian 3 tips untuk generasi millenial agar sukses di tempat kerja.

Artikel ini kontribusi dari The Willy Mulyawan blogger http://aksi2manajemen.com

Write Your Comment

You may use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>