Close

Focus on Your Attitude, Not the Condition

Saya kenal dua “iron-man”. Bukan, ini beda dengan Ironman versi Marvel yang film-nya diperankan oleh Robert Downey Jr. Iron-man di sini adalah julukan mereka yang berhasil menuntaskan triathlon berdosis super dahsyat. Bagaimana tidak? Dalam kompetisi iron-man setiap orang wajib menempuh kurang lebih 4km berenang, 180km bersepeda dan 42km lari dalam satu hari tanpa jeda. Bisa dipastikan orang-orang biasa seperti saya sudah megap-megap saat harus berenang 500 meter saja. Nah, jika melihat tantangannya saja sudah membuat kita keder atau kagum, lebih hebat dari itu adalah komitmen mereka lewat program pelatihan berbulan-bulan. Prosesnya sudah pasti lama, monoton dan … penuh penderitaan.

Kenapa selalu saja segelintir yang bisa menjawab tantangan ini sementara sebagian besar lain sudah menyerah saat mendengarnya? Ternyata bukan kondisi fisik calon peserta yang jadi penentu, namun komitmen diri (baca: attitude) untuk menjalaninya. Lihat saja Madonna Buder, seorang biarawati berusia 86 yang telah menuntaskan paling tidak 45 kompetisi Iron-man. Tidak heran dalam video youtube yang telah viral, Madonna Buder dijuluki sebagain the Iron-nun. Sungguh tidak lazim untuk perempuan yang telah lewat 3/4 abad memilih untuk “menyiksa” tubuhnya – dirinya – dengan terlibat berkali-kali dalam kompetisi seberat Iron-man. Bukankah lebih baik jika Madonna Buder berdiam diri saja … atau melakukan hal-hal yang lazim dilakukan mereka yang telah lansia? Itu kan kata anda, saya dan kita – yang cenderung lebih memfokuskan diri pada kondisi Madonna Buder sebagai perempuan tua. Kenyataannya, dia punya opini sendiri. Dia telah memilih perilaku berbeda. Dan menjalani kehidupan pilihannya sendiri…. yang sekarang kita kagumi.

Kompetisi Iron-man bisa jadi serupa dengan kehidupan yang tengah kita jalani. Apakah kondisi dipandang mudah atau susah, semua tergantung dari pandangan siapa. Secara umum kita mungkin bisa menyepakati tugas CEO perusahaan go public tampak luar biasa berat terlebih dengan target pencapaian dan sorotan dari pemegang saham, media dan publik. Pada saat yang sama, tidak jarang kita cenderung meremehkan tugas seorang ibu dalam mengelola rumah tangga dan mengurus anak-anaknya. Kata siapa akan selalu demikian? Penentunya justru si empu hidup yang menjalani kondisi hari ke hari.

Tugas CEO bisa berat atau ringan, demikian pula dengan tugas Ibu rumah tangga. Tantangan ekonomi makro – atau ekonomi domestik bisa muncul kapan saja. Itu kondisi yang kerap berubah setiap saat. Hal terpenting adalah apakah kondisi yang berat atau ringan tersebut hendak diberatkan atau diringankan. Kondisi berat bisa diringankan dengan attitude yang positif, gigih dan berani. Sebaliknya kondisi seringan apapun bisa diberatkan bagi yang memilih bermentalitas korban dan berperilaku negatif.

Perubahan kondisi bisa jadi pemicu apapun itu, namun apa yang terjadi selanjutnya tergantung pada pilihan perilaku masing-masing. Dalam hal ini, lebih banyak orang lebih senang memilih posisi sebagai korban karena terkesan mudah dan tidak harus melakukan apa-apa. Namun memilih jadi korban sama dengan memilih menyerahkan kendali pada kondisi atau orang lain. Dan ini sungguh keadaan yang tidak enak dan memperdayakan.

Pernah dengar cerita keledai yang jatuh kedalam sumur? Saat hendak berusaha keluar yang datang justru petani yang sangat membecinya. Dengan niat jahat, si petani langsung menyekop tanah untuk menguburkan keledai tadi hidup-hidup. Apa yang terjadi? Si keledai justru memanfaatkan setiap taburan tanah sebagai pijakan tambahan untuk mendekatkan diri ke bibir sumur. Akhirnya, atas “bantuan” si petani, si keledai cerdik berhasil membebaskan diri. Pilihan kita masing-masing untuk menjalani lansia dengan berbagai sakit atau berkompetisi di Iron-man seperti Madonna Buder, the Iron-nun. Pilhan kita juga untuk menyerah pada kondisi atau membenahi perilaku dalam menghadapi setiap kondisi. Modify your attitude. There is always something to do. Protect hope at all cost.

Tulisan ini merupakan kontribusi dari mas Rene Suhardono @ReneCC untuk Indonesia yang lebih baik.

Write Your Comment

You may use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>